Senin, 12 Maret 2012

Tips dan Trik: Pengetahuan Dasar Untuk Kiper Futsal

Post kali ini untuk mereka yang sering menjadi penjaga gawang futsal. Penjaga gawang futsal

memang sedikit berbeda dengan penjaga gawang sepakbola pada umumnya. Daerah yang kecil, gawang yang kecil juga, intensitas diserang yang besar, dan banyak lagi perbedaan lainnya, di samping persamaan sebagai sesama penjaga gawang. Berikut ada tips serta informasi untuk para penjaga gawang futsal.

1. Shot Stoping. Shot Stoping yang dimaksud adalah shot stoping pada saat berhadapan 1-1 dengan lawan. Ditandai dengan posisi badan mempersempit jarak tembak dengan menutup ruang tembak dengan badan atau wajah.

Bagaimana melakukan posisi ini? Salah satu kaki berdiri diatas lutut, kaki satunya ditekuk, kedua telapak tangan menghadap depan setara lutut, jarak antara kaki dan tangan kira2 1-10 cm disesuaikan. Jika bisa perpendek jarak dengan penendang. Posisi ini bisa dilakukan di dalam maupun di luar garis gawang. Kekurangan untuk posisi ini adalah kiper tidak bisa fleksibel atau terlambat respon jika bola dioper.

2. Anticipation. Merupakan usaha untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi,seperti arah pergerakan bola, arah tembakan, dan memotongnya, lebih penting daripada reaksi untuk menepis/menangkap bola.















3. Positoning. Posisi seorang kiper dalam permainan, yang ideal untuk melakukan pergerakan selanjutnya seperti anticipation atau shot stopper. Pada saat defense biasanya mengikuti arah pergerakan bola, contoh: Pergerakan musuh dari sektor kanan pertahanan team, maka kiper lebih merapat ke tiang kanan gawang.

Untuk Offense ada beberapa tips:
  • Berada di luar garis gawang ketika team menyerang untuk turut membantu operan atau mencoba tembakan langsung
  • Berada di dekat rekan 1 team yang membawa bola, yang dipressure dalam daerah pertahanan sendiri.
  • Berada dalam ruang kosong dalam daerah pertahanan sendiri untuk menerima operan
4. Throwing. Melakukan lemparan bola ke arah yang diinginkan seperti ke arah salah satu rekan team didaerah pertahanan sendiri untuk membangun serangan atau ke arah tiang gawang musuh untuk menciptakan peluang, bisa mengarah ke pemain atau kiper lawan atau tiang gawang. Arah lemparan bisa datar, melambung atau mengarah dada. Cara melempar bisa menggunakan satu tangan seperti melempar cakram dan dua tangan seperti melakukan lemparan ke dalam atau mengoper bola basket.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar